Efek Samping Kemoterapi Bagi Pasien Kanker Payudara

kemoterapi untuk kanker payudara

Efek Samping Kemoterapi Bagi Pasien Kanker Payudara – Berbagai pengobatan untuk mengatasi penyakit kanker payudara dan salah satunya terapi yang paling banyak dilakukan adalah kemoterapi namun sayangnya pegobatan jenis ini masih memiliki Efek Sampingnya.
Obat-obatan kanker untuk kemoterapi seperti adriamycin, mitoxantrone, doksorubisin serta antrasiklin yang memiliki kemampuan untuk membunuh sel-sel kanker dengan cara merusak dan menghancurkan gen dari sel itu sendiri sehingga mencegah sel kanker untuk kembali bereproduksi. Pada umumnya keseluruhan dari obat kemoterapi ini berfungsi untuk membantu penderita kanker dalam mempertahankan kelangsungan hidup  penderitanya terlebih pada penderita kanker paayudara. Namun sayangnya  bila diumpamakan seperti buah simalakama yang mana obat kanker payudara dengan kemoterapi ini dibutuhkan tubuh untuk mengatasi sel kanker namun juga sangat dihindari efek sampingnya selain menimbulkan kerusakan pada sel sehat dan baik ternyata obat kimia ini mampu memberikan dampak negatif pada organ jantung akibat efek toksik yang sangat kuat yang terkandung didalamnya. Untuk itu biasanya juga penderita kanker payudara yang akan menjalani kemoterapi sebelumnya harus diuji  terlebih dahulu terkait dengan masalah sekitar fungsi jantungnya serta tetap harus dalam masa pengawasan ketika masih dalam tahap terapi.
Seorang penderita kanker payudara yang sedang menjalani  proses pengobatan kemoterapi anthracycline lalu kemudian dirinya mengalami gangguan pada organ jantungnya maka dunia kedokteran pun mengenalnya dengan nama Cardiotoxicity.
Di dalam satu penelitian yang dilakukan mengungkapkan bahwa kaum wanita terlebih yang sudah berumur ditambah lagi yang memiliki indeks massa tubuh yang tinggi lebih berpotensi dan beresiko tinggi terkena bahaya dari Cardiotoxicity.
Study ini dilakukan serta melibatkan sekitar 85 orang penderita kanker payudara yang menjalani pengobatan kemoterapi yang menggunakan obat antrasiklin, dan keseluruhan penderita sebelumnya sudah menjalani uji fungsi kinerja jantung. Hasil study menunjukan kaum wanita yang telah berusia diatas 50 tahun lebih beresiko gangguan jantung bila dibandingkan dengan wanita yang berusia muda. Diatas 55% penderita kanker payudara yang menjalani kemoterapi bermasalah juga organ jantungnya.
Apabila anda sudah di vonis oleh dokter terkena penyakit kanker payudara serta disarankan untuk menjalani pengobatan kemoterapi, ada baiknya jika anda berkonsultasi terkait dokter mengenai resiko kerusakan yang apa saja yang akan ditimbulkan oleh pengobatan kemoterapi ini. Atau dengan memeriksakan terlebih dahulu kondisi kesehatan organ jantung anda dengan pihak dokter ahli jantung  agar bisa diputuskan apakah anda beresiko terkena dampak kerusakan pada organ jantung.
Sebenarnya pengobatan terhadap penyakit kanker payudara ini tidak hanya mengandalkan kemoterapi saja, anda bisa menjalani pengobatan secara alami dan tradisional yang sangat aman untuk anda konsumsi yakni obat kanker payudara  Amazon Plus dan K-Muricata.  Obat herbal kanker payudara alami ini mampu merusak sel kanker  namun tidak merusak sel baik didalam tubuh.
Pilihan pengobatan terhadap kanker keputusannya berada di tangan anda, apakah ingin menjalani pengobatan medis atau pengobatan ala tradisional alami ?

Source : www.medicalnewstoday.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *